Pages

Kamis, 16 Maret 2017

Nice HomeWork #8 Misi Spesifik Hidup Dan Produktivitas



MISI SPESIFIK DAN PRODUKTIVITAS HIDUP





“Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”.



Melalui matrikulasi ini, kalimat diatas mulai saya kenal. Kalimat tersebut merupakan salah satu referensi bagi saya dalam penelusuran misi hidup. Dari kalimat tersebut jelaslah terlihat bahwa, produktifnya seseorang bukan hanya diukur dengan rupiah yang dikaisnya tapi dari kemuliaan hidup di hadapan ALLAH dan kebermanfaatan hidup kita bagi orang lain.

Jadi, yang utama harus dicari adalah kemuliaan kita di hadapan ALLAH bukan hanya materi yang bersifat fana semata. Niat baik yang didasarkan kepada ridho ALLAH semata akan mendapat kemuliaan bukan hanya di dunia tapi juga di akherat.
Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa:




Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Sebagai seorang muslim, maka kita harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Keyakinan itu yang semakin menguatkan niat saya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya dengan lebih dahulu memperbaiki niat dan pola pikir saya sendiri.  

Saya harus bisa memberikan manfaat terhadap orang lain. Apalagi di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa dengan memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. 

Jadi pola pikir dalam mencari rizki  harus bisa kita ubah. Dari yang tadinya hanya berpusat kepada manfaat untuk diri sendiri menjadi kebermanfaatan untuk orang lain sehingga rizki kita akan penuh berkah.

Untuk mencapai mimpi itu saya diharuskan untuk memiliki sikap yang profesional. Harus bisa bersikap dan berpola pikir yag positif. Seperti tagline Ibu Profesional berikut:

“Be Professional, Rejeki will Follow”

Dari tagline  tersebut, kita diharuskan untuk bersungguh-sungguh dan keistiqomahan dalam menjalankan peran hidup yang telah kita pilih untuk meningkatkan kemuliaan di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia bisa dan suka. (sumber materi matrikulasi IIP)

Alhamdulillaah, saya sudah melangkah ke materi 8 ini. Di dalam materi ini, peserta diminta mengerjakan nice homework ke-8 untuk penerapan teknisnya. Peserta diminta untuk dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:


  1. Memilih Aktifitas  Kuadran  Suka-Bisa

 
Memilih ranah aktivitas yang sudah ditulis di kuadran SUKA dan BISA pada NHW#7 sebelumnya. Dalam hal ini, saya memilih aktifitas mendidik.  Karena bagi saya mengajarkan ilmu dan berbagi informasi bermanfaat bagi orang lain adalah hal yang saya sukai. Basic saya sebagai guru pun setidaknya menjadi bekal saya dalam menjalankan misi hidup yang saya inginkan.
  1. Mengetahui menjadi apa kita (BE)

Sebagai peserta, kita juga diminta untuk menuliskan, “ingin menjadi apa kita”. Untuk hal ini, saya memilih untuk menjadi pendidik, Pendidik tidak hanya terbatas dalam aktifitas mengajar saja namun memiliki ruang lingkup lebih luas serta banyak aspek yang mendukung. Mendidik sudah mencakup mengajar, namun mengajar bukan berarti mendidik. Mendidik tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values. Mendidik diartikan secara utuh, baik kognitif, psikometrik maupun afektif, agar bisa menumbuhkan manusia yang berpribadi luhur dan berahlak mulia.

 3. Mengetahui apa yang akan dilakukan (Do)

Setelah itu, peserta harus mengetahui apa saja yang akan dilakukan (do). Dalam hal ini, saya pribadi menyusunnya menjadi tahap-tahap berikut ini:
  1.     Tahapan awal pada ranah Domestik (keluarga).

Pada waktu sekarang ini, saya masih harus fokus terhadap keluarga. Saya ingin menjadi pendidik di dalam keluarga saya. Caranya pun disesuaikan dengan karakter individu yang akan dihadapi (dalam hal ini anggota keluarga saya). Baik kepada anak maupun suami saya. Mendidik anak sudah pasti adalah fokus utama. Saya ingin bisa mendidik anak sesuai dengan fitrah anak secara optimal sehingga bisa menghantarkan mereka menjadi khalifah  yang amanah dan di ridhoi Allah. Dalam tahapan ini yang saya lakukan adalah memperbanyak ilmu dan mentransfernya kepada suami agar bisa menyamakan frekuensi agar dapat mendidik anak dan bahu membahu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawa’dah dan warohmah. Ilmu yang saya pelajari juga akan berkaitan dengan peran yang akan saya pilih nanti dalam tahapan inside out.
  1.  Tahapan Inside Out.

Setelah bisa mendidik anak, saya akan mencoba mendidik orang lain melalui berbagai macam metode yang disesuaikan dengan passion  saya.
  1.  Tahapan saling bersinergi antara ranah domestik dan inside out.

Dalam tahapan ini kedua tahapan sebelumnya sudah bisa berjalan beriringan, saling bersinergi sehingga bisa memberikan kebermanfaatan dan keberkahan yang optimal.

4. Mengetahui ingin memiliki apa(Have)


Untuk hal ini, saya di masa yang akan datang saya ingin memiliki:

a.  Sebagai keluarga, saya ingin memiliki keluarga yang sakinah, ma wa’dah dan warohmah. Suami dan anak–anak yang sholeh dan berakhlakul karimah, serta berkemabng dengan baik secara spiritual question, emotional question dan intelectual questionnya hingga sukses di dunia dan akherat. Keluarga saya juga diharapkan mampu memberikan kebermanfaatan kepada orang lain melalui aktivitas non profit maupun profit.

b.  Sebagai pendidik, saya ingin bisa berkontribusi dalam bentuk tulisan, lisan dan juga audio visual dalam bidang yang saya sukai seperti membuat buku, video,  dll

5. Memperhatikan dan 3 aspek dimensi waktu

Berikut ini 3 aspek dimensi waktu yang saya buat, yaitu
  1. Lifetime purpose

Dalam kurun waktu kehidupan ini, yang ingin saya capai adalah mempunyai keluarga yang diberkahi ALLAH dan Rosulnya. Sebagai individu, saya ingin menjadi Ibu dan istri yang baik serta bisa berkontribusi untuk masyarakat. Suami mampu menjadi ayah dan teladan yang sholeh dan baik sebagai pemimpin kelaurga. Anak – anak mampu survive dalam kehidupannya  dengan tetap memegang teguh Iman dan Islamnya hingga sukses dunia akherat. Saya juga ingin keluarga saya menjadi keluarga yang bisa berkontribusi untuk ummat.
  1. Strategic Plan

Terkait hal yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ini, saya ingin anak saya sudah mandiri dan berkembang sesuai fitrahnya. Untuk kontribusi kepada ummat, saya berharap sudah menghasilkan karya berupa blog, buku, video pembelajaran dll.
  1. New Year Resolution

Yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution) adalah

a.   Menjadi  istri  dan ibu yang baik. Mampu istiqomah beribadah dan mendidik anak.

b.  Menjadi pendidik yang bisa membentuk pola pikir positif  melalui buku, blog dan cerita. Untuk langkah awal saya ingin menulis di blog terlebih dahulu.


Demikian misi dan mimpi saya di masa yang akan datang serta beberapa perencanaannya. Saya mohon do’a  dari semuanya, semoga  yang saya cita-citakan bisa terwujud. Aamiin

NHW#8_Fina Febiyanti_IIP Bandung



0 komentar:

Posting Komentar