MISI SPESIFIK DAN PRODUKTIVITAS HIDUP
“Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”.
Melalui
matrikulasi ini, kalimat diatas mulai saya kenal. Kalimat tersebut merupakan
salah satu referensi bagi saya dalam penelusuran misi hidup. Dari kalimat
tersebut jelaslah terlihat bahwa, produktifnya seseorang bukan hanya diukur
dengan rupiah yang dikaisnya tapi dari kemuliaan hidup di hadapan ALLAH dan
kebermanfaatan hidup kita bagi orang lain.
Jadi, yang
utama harus dicari adalah kemuliaan kita di hadapan ALLAH bukan hanya materi
yang bersifat fana semata. Niat baik yang didasarkan kepada ridho ALLAH semata
akan mendapat kemuliaan bukan hanya di dunia tapi juga di akherat.
Hal tersebut sesuai
dengan hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat
bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan
oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Sebagai seorang muslim, maka kita harus bisa
memberikan manfaat bagi orang lain.
Keyakinan itu
yang semakin menguatkan niat saya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya dengan
lebih dahulu memperbaiki niat dan pola pikir saya sendiri.
Saya harus
bisa memberikan manfaat terhadap orang lain. Apalagi di dalam Al Qur’an
dijelaskan bahwa dengan memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya
akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.
Jadi pola
pikir dalam mencari rizki harus bisa
kita ubah. Dari yang tadinya hanya berpusat kepada manfaat untuk diri sendiri
menjadi kebermanfaatan untuk orang lain sehingga rizki kita akan penuh berkah.
Untuk
mencapai mimpi itu saya diharuskan untuk memiliki sikap yang profesional. Harus
bisa bersikap dan berpola pikir yag positif. Seperti tagline Ibu
Profesional berikut:
“Be Professional, Rejeki will Follow”
Dari tagline
tersebut, kita diharuskan untuk
bersungguh-sungguh dan keistiqomahan dalam menjalankan peran hidup yang telah
kita pilih untuk meningkatkan kemuliaan di mata Allah dan kebermanfaatan untuk
sesama.
“Rejeki will
follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti,
yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan
bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia bisa
dan suka. (sumber materi matrikulasi IIP)
Alhamdulillaah, saya sudah melangkah ke materi 8 ini. Di dalam
materi ini, peserta diminta mengerjakan nice homework ke-8 untuk
penerapan teknisnya. Peserta diminta untuk dapat melakukan beberapa hal sebagai
berikut:
- Memilih Aktifitas Kuadran Suka-Bisa
Memilih ranah
aktivitas yang sudah ditulis di kuadran SUKA dan BISA pada NHW#7 sebelumnya.
Dalam hal ini, saya memilih aktifitas mendidik. Karena bagi saya mengajarkan ilmu dan berbagi
informasi bermanfaat bagi orang lain adalah hal yang saya sukai. Basic saya sebagai guru pun setidaknya menjadi bekal
saya dalam menjalankan misi hidup yang saya inginkan.
Mengetahui menjadi apa kita (BE)
Sebagai peserta, kita juga diminta untuk
menuliskan, “ingin menjadi apa kita”. Untuk hal ini, saya memilih untuk menjadi
pendidik, Pendidik tidak hanya terbatas dalam aktifitas mengajar saja namun
memiliki ruang lingkup lebih luas serta banyak aspek yang mendukung. Mendidik
sudah mencakup mengajar, namun mengajar bukan berarti mendidik. Mendidik tidak
sekedar transfer of knowledge, tetapi
juga transfer of values. Mendidik
diartikan secara utuh, baik kognitif, psikometrik maupun afektif, agar bisa
menumbuhkan manusia yang berpribadi luhur dan berahlak mulia.
3. Mengetahui apa yang akan dilakukan (Do)
Setelah itu, peserta harus mengetahui apa saja
yang akan dilakukan (do). Dalam hal ini, saya pribadi menyusunnya menjadi tahap-tahap
berikut ini:
Tahapan awal pada ranah Domestik (keluarga).
Pada waktu sekarang ini, saya masih harus fokus
terhadap keluarga. Saya ingin menjadi pendidik di dalam keluarga saya. Caranya pun
disesuaikan dengan karakter individu yang akan dihadapi (dalam hal ini anggota
keluarga saya). Baik kepada anak maupun suami saya. Mendidik anak sudah pasti
adalah fokus utama. Saya ingin bisa mendidik anak sesuai dengan fitrah anak secara
optimal sehingga bisa menghantarkan mereka menjadi khalifah yang amanah dan di
ridhoi Allah. Dalam tahapan ini yang saya lakukan adalah memperbanyak ilmu dan
mentransfernya kepada suami agar bisa menyamakan frekuensi agar dapat mendidik anak dan bahu membahu mewujudkan
keluarga yang sakinah, mawa’dah dan
warohmah. Ilmu yang saya pelajari
juga akan berkaitan dengan peran yang akan saya pilih nanti dalam tahapan inside out.
Tahapan Inside Out.
Setelah
bisa mendidik anak, saya akan mencoba mendidik orang lain melalui berbagai
macam metode yang disesuaikan dengan passion
saya.
Tahapan saling bersinergi antara ranah domestik dan inside out.
Dalam tahapan ini kedua tahapan sebelumnya
sudah bisa berjalan beriringan, saling bersinergi sehingga bisa memberikan
kebermanfaatan dan keberkahan yang optimal.
4. Mengetahui ingin memiliki apa(Have)
Untuk hal
ini, saya di masa yang akan datang saya ingin memiliki:
a.
Sebagai keluarga, saya ingin memiliki
keluarga yang sakinah, ma wa’dah dan warohmah. Suami dan anak–anak yang sholeh
dan berakhlakul karimah, serta berkemabng dengan baik secara spiritual question,
emotional question dan intelectual questionnya hingga sukses di dunia dan
akherat. Keluarga saya juga diharapkan mampu memberikan kebermanfaatan kepada
orang lain melalui aktivitas non profit maupun profit.
b.
Sebagai pendidik, saya ingin bisa
berkontribusi dalam bentuk tulisan, lisan dan juga audio visual dalam bidang
yang saya sukai seperti membuat buku, video,
dll
5. Memperhatikan dan 3 aspek dimensi waktu
Berikut ini 3 aspek dimensi waktu yang saya buat, yaitu
Lifetime purpose
Dalam kurun waktu kehidupan ini, yang ingin saya
capai adalah mempunyai keluarga yang diberkahi ALLAH dan Rosulnya. Sebagai individu, saya ingin menjadi Ibu
dan istri yang baik serta bisa berkontribusi untuk masyarakat. Suami
mampu menjadi ayah dan teladan yang sholeh dan baik sebagai pemimpin kelaurga. Anak
– anak mampu survive dalam kehidupannya dengan tetap memegang teguh Iman dan Islamnya
hingga sukses dunia akherat. Saya juga ingin
keluarga saya menjadi keluarga yang bisa berkontribusi untuk ummat.
Strategic Plan
Terkait hal yang ingin saya capai dalam
kurun waktu 5-10 tahun ini, saya ingin anak saya sudah mandiri dan berkembang
sesuai fitrahnya. Untuk kontribusi kepada ummat, saya berharap sudah
menghasilkan karya berupa blog, buku, video pembelajaran dll.
New Year Resolution
Yang ingin
kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution) adalah
a. Menjadi istri
dan ibu yang baik. Mampu istiqomah beribadah dan mendidik anak.
b. Menjadi pendidik yang bisa membentuk pola
pikir positif melalui buku, blog dan
cerita. Untuk langkah awal saya ingin menulis di blog terlebih dahulu.
Demikian misi dan mimpi
saya di masa yang akan datang serta beberapa perencanaannya. Saya mohon do’a dari semuanya, semoga yang saya cita-citakan bisa terwujud. Aamiin
NHW#8_Fina Febiyanti_IIP Bandung
0 komentar:
Posting Komentar