Pages

Jumat, 03 Maret 2017

NICE HOMEWORK #6 MATERI: IBU MANAJER KELUARGA HANDAL




BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL

 

Alhamdulillaah, saya masih bisa terus melanjutkan program ini. Pada kelas matrikulasi Sesi 6 ini  ada hal yang menarik di akhir materi yang disampaikan yaitu kalimat

 

“Hanya ada satu kata à BERUBAH atau KALAH

 

 

Dalam materi ini tergambar bahwa semua ibu sejatinya bekerja. Ada yang memilih bekerja di ranah publik dan ada yang bekerja di ranah domestik. Namun, apapun pilihan kita, sayaratnya tetap sama, yaitu kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita.

Ibu yang bekerja di ranah domestik maupun di ranah publik harus bisa profesional menjalankannya. Bagi yang bekerja di ranah publik pun harus bisa menyelesaikan manajemen rumah tangganya sebelum ke ranah publik. Jadi, sebagai ibu, kita tidak menjadikan pekerjaan kita sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita bahwa kita adalah seorang Manager Keluarga. Lalu berusaha untuk bersikap, berpikir selayaknya seorang manager.
Bagaimana caranya? Baca lebih lanjut dalam materi Sesi 6 ini yaitu Ibu Manajer Keluarga Handal.
Selanjutnya setelah memahami materi yang diberikan, kita masuk pada tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal”.

Belajar menjadi manajer keluarga yang handal

 

 Untuk mempermudah kita dalam menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya kita harus mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut:

1.       Tahap Pertama, kita diminta menuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.

a.       3 aktivitas yang paling penting
·   Beribadah kepada Allah
·   Mengurus dan membersamai Suami serta Anak
· Berbagi ilmu bermanfaat dengan orang lain melalui aktifitas menulis atau sharing langsung.
b.        3 aktivitas yang paling tidak penting
·   Ber-gadget ria untuk membaca info, obrolan, dan berita di berbagai sosmed  seperti Facebook, Whatsupp, Instagram dll
·   Nonton TV
·   Tidur

2.      Menelaah kegiatan yang menghabiskan waktu kita

Untuk saya sendiri, kegiatan yang menghabiskan waktu saya selama ini adalah ber-gadget ria. Saya suka secara tidak sadar terus mencari informasi di sosmed yang ternyata tidak berkaitan dengan minat saya dalam manajemen dan pendidikan keluarga.

Selain itu kurangnya manajemen waktu dalam kegiatan kerumahtanggaan membuat saya sering menghabiskan waktu untuk itu.

Kedepannya saya harus bisa memanfaatkan waktu untuk aktifitas-aktifitas yang penting. InsyaAllah

3.    Menjadikan 3 aktivitas penting tersebut menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup kita yang disesuaikan dengan NHW sebelumnya.

Untuk itu maka saya harus membuat jadwal aktifitas rutin yang memperbanyak aktifitas penting dalam hidup saya.

4.    Mengumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

Cut off time, membaca pengertiannya saya langsung etrsadar bahwa saya ternyata bermasalah dengan itu. Saya seringkali terlalu-lama mengerjakan sesuatu sehingga kegiatan lain bisa ter-pending  atau bahkan tidak dikerjakan karena kegiatan sebelumnya belum kelar. Selanjutnya saya harus bisa melatih diri saya untuk tegas mengikuti jadwal yang telah saya buat.

 5. Menghilangkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Untuk melakukannya saya juga harus membagi menjadi agenda tidak terencana yang urgent  dan yang tidak urgent. Bila menurut saya agenda tidak terencana itu penting dan darurat maka saya harus bisa merelakan kegiatan rutin saya. Contohnya, bila ada keluaraga yang mendadak sakit, meninggal atau cobaan lainnya.
Namun bila sekiranya itu bisa diundur bahkan dihilangkan maka saya harus tegas tidak melakukannya.

6.      Membuat jadwal harian yang paling mudah kita kerjakan.

Berikut ini jadwal kegiatan yang saya buat:
Jadwal Harian
03.00 - 05.00 = Kegiatan penting dan rutin (mengurus diri dan beribadah serta berbagi ilmu dengan menulis atau share informasi)
05.00 - 06.00 = Kegiatan rutin (masak, menyiapkan keperluan suami, mencuci piring)
06.00 - 07.00 = Kegiatan rutin (Sarapan dan mengurus anak )
07.00 - 13.00 = Kegiatan rutin (Berangkat ke sekolah syamshine dan menjadi guru pendampingnya di sekolah, termasuk didalamnya Sholat Zhuhur)
13.00 - 17.00 = Kegiatan rutin dan Kegiatan Dinamis ( Beribadah dan Quality time dengan anak no gadget, atau tour the talent  untuk syami seperti mengajaknya berenang, ke taman, baca buku dll)
17.00 - 18.00 = Kegiatan rutin (Mengurus diri dan anak)
18.00 – 19.30= kegiatan rutin(Beribadah bersama anak)
19.30 - 20.30 = Kegiatan dinamis (Quality time bersama anak seperti membaca buku)
20.30 - 21.30 = memasak makanan untuk suami.
21.30 - 22.30 = Kegiatan dinamis (Quality time bersama suami ngobrol sehari-hari,merencanakan kegiatan bersama dll)
22.30 - 03.00 = Istirahat
Jadwal tersebut diatas berlaku untuk hari weekday (Senin-Jumat), untuk weekend  (Sabtu-Minggu), kegiatan dari pukul 07.00-17.00 biasanya diisi dengan kegiatan keluarga keluar rumah baik mengikuti seminar, jalan-jalan keluarga, silaturahiim ke kerabat dll)
Selanjutnya, untuk belajar menjadi manajer keluarga yang handal, kita harus mengamati jadwal kita sendiri selama satu minggu pertama. Setelah membuat jadwal, maka kita diharapkan bisa konsisten dan mengamati efektifitas jadwal tersebut.

Kemudian melakukan revisi bila tidak berjalan dengan baik dan atau melanjutnya sampai dengan 3 bulan bila berjalan dengan baik.

 

Kuncinya konsisten dan istiqomah. Semoga bisa terus menjalankan kunci tersebut. Aamiin

 



NHW#6_Fina Febiyanti_IIP Bandung

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar